skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Katarak Pada Lansia

Katarak Pada Lansia

Katarak menjadi penyakit mata yang paling menakutkan setelah dinobatkan sebagai salah satu penyebab kebutaan terbesar di seluruh dunia, yang mana penyakit ini didominasi oleh para lansia.

Semua orang bisa mengembangkan penyakit katarak tetapi yang paling umum memiliki risiko mata katarak ialah orang tua atau lansia atau sekitar pada usia di atas 65 tahun. Bahkan lebih dari separuh orang dari 80 telah mengembangkan penyakit mata katarak.

Terkadang penyakit mata katarak akan mulai berkembang pada lensa seseorang ketika seseorang tersebut mengalami penambahan usia sehingga tidak heran jika keberadaan penyakit katarak ini lebih sering ditemukan pada usia lanjut.

Ketika mata sudah terkena katarak, maka cahaya akan terhenti untuk mencapai ke bagian belakang mata. Bahkan seiring waktu, katarak akan semakin buruk dan mulai mempengaruhi penglihatan secara berkelanjutan hingga memerlukan tindakan lebih serius dalam menanganinya

Keadaan kondisi penyakit mata katarak yang sering terjadi pada usia lanjut ini memnag tidak sepenuhnya dapat di pahami, tetapi setidaknya bukti menunjukan bahwa kebanyakan dari penyakit mata katarak oleh faktor gaya hidup dan genetik yang sangat berperan, serta gangguan penglihatan ringan tidak segera diobati. Penyakit katarak pada usia lanjut ini biasa disebut juga dengan katarak terkait usia.

Gejala jika terkena katarak:

– Penglihatan ganda

– Mata sensitif terhadap cahaya (silau)

– Semua terlihat memiliki semburat kuning/ cokelat

– Disekeliling cahaya terang (lampu mobil) seperti ada lingkaran cahaya

– Kesulitan saat melihat cahaya remang-remang (malam hari / sangat terang)

– Warna memudah dan tidak jelas

– Berubahnya ukuran lensa kaca mata

Penyebab dari penyakit ini masih belum diketahui secara pasti, namun seiring bertambahnya usia menjadi salah satu faktor utama terjadinya katarak. Dibalik proses penuaan yang berujung pada perubahan protein lensa mata belum diketahui secara pasti. Adapun beberapa faktor lain penyebab terjadinya katarak, diantaranya:

– Keturunan

– Menderita penyakit tertentu

– Mengkonsumsi obat tertentu

– Mengalami cedera pada mata

– Pernah operasi mata

– Mata terlalu lama terpapar sinar matahari

– Mengkonsumsi minuman keras dan meroko

– Kurang vitamin dan pola makan yang kurang sehat

Pemeriksaan Katarak

Untuk melakukan pemeriksaan katarak, biasanya seorang dokter akan terlebih dulu melihat mata pasien dengan menggunakan mikroskop mata (ophthalmoscope). Mungkin juga dokter akan meneteskan cairan untuk melebarkan mata guna melihat retina dengan lebih baik.

Selain itu, untuk menunjang diagnosa dan tingkat keparahan katarak, dokter mungkin akan melakukan tes ketajaman/reaksi penglihatan seperti dengan cahaya, mengukur kontras pembedaan warna, dan mengukur tingkat penglihatan di sekeliling atau di tengah mata.

Pengobatan Katarak

Pada tahap awal menderita katarak, biasanya pasien masih terbantu dengan kacamata yang dalam jangka waktu tertentu ditukar untuk memperoleh penglihatan yang baik. Namun untuk katarak yang sudah parah, satu-satunya jalan medis untuk mengobatinya adalah dengan operasi (pembedahan).

Jangan takut, operasi katarak itu adalah operasi sederhana namun sangat efektif mengobati katarak. Simpelnya, operasi dilakukan untuk mengganti lensa mata yang rusak.

Operasi katarak di jaman dulu pun sudah efektif, apalagi di jaman sekarang yang sudah menggunakan mesin fakoemulsifikasi. Mesin fakoemulsifikasi digunakan untuk melunakkan (emulsifikasi) dan mengeluarkan lensa katarak pada saat yang bersamaan.

Lebar sayatan untuk luka operasi dengan dengan menggunakan teknik ini hanya dibawah 2,5 milimeter (1,4mm-2,2mm). Selanjutnya memasukkan lensa buatan (lensa intra okular/lensa implan) yang bisa dilipat ke dalam mata untuk mengganti lensa mata yang rusak akibat katarak. Bekas sayatan tidak perlu dijahit dan operasi biasanya hanya berlangsung setengah jam.