skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Katarak Lensa Mata

Katarak Lensa Mata

Biaya Dan Efek Samping Setelah Operasi KatarakDalam operasi katarak, lensa di dalam mata Anda yang telah berawan dihapus dan diganti dengan lensa buatan yang disebut lensa intraokuler, atau IOL yang bertujuan untuk mengembalikan penglihatan yang tadinya tidak jelas.

Prosedur yang paling umum digunakan untuk menghilangkan katarak disebut fakoemulsifikasi. Sebuah sayatan kecil dibuat di sisi kornea (bagian depan mata Anda), di mana Anda MD Eye menyisipkan instrumen kecil yang menggunakan ultrasound frekuensi tinggi untuk memecah pusat lensa berawan.

Sampai saat ini operasi katarak menjadi yang paling efektif (dengan lebih dari 90% tingkat keberhasilan). Tetapi, seperti operasi lainnya, operasi katarak juga mempunyai beberapa risiko dan risiko yang paling umum adalah infeksi dan pendarahan.

Operasi katarak kini memang jauh lebih murah. Seiring kemajuan teknologi, teknik sayatan maupun peralatan operasi katarak juga semakin canggih. Hanya, besar kecilnya ongkos kini sangat tergantung pada pilihan lensa buatan yang diinginkan si penderita.

Umumnya, rumah sakit mata mempunyai jenis-jenis lensa sesuai kebutuhan pasien. Tapi, mengingat lensa buatan ini akan dipakai sepanjang sisa hidupnya, sebelum memilih dan melakukan operasi, sebaiknya pasien berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter untuk menentukan lensa yang tepat.

Kelebihan

  1. Penglihatan lebih baik

Keuntungan paling penting operasi katarak adalah peningkatan kondisi penglihatan signifikan setelah operasi.

Operasi ini sangat sederhana dan melibatkan penghilangan lapisan keruh dari lensa dan menggantinya dengan lensa lain yang lebih jelas.

Operasi ini hanya membutuhkan waktu antara setengah jam sampai empat puluh lima menit dengan penggunaan anestesi lokal di sekitar mata.

  1. Risiko rendah

Risiko yang terlibat dalam operasi katarak kurang dari 10%.

Prosedur yang sederhana membuat risiko menjadi rendah. Operasi juga harus dilakukan oleh orang yang ahli sehingga semakin memperkecil kemungkinan terjadinya komplikasi.

  1. Rawat inap singkat

Operasi katarak membutuhkan waktu perawatan singkat sebelum pasien diperbolehkan meninggalkan rumah sakit.

Jika operasi dilakukan pada pagi hari, pasien umumnya sudah diperbolehkan pulang pada sore atau malam hari.

  1. Waktu pemulihan singkat

Tidak seperti operasi besar, waktu pemulihan untuk operasi katarak juga sangat singkat.

Pasien sudah bisa melakukan aktivitas sehari-hari dengan normal dalam jangka waktu 2 atau 3 minggu setelah opeasi.

Pastikan mematuhi rekomendasi dokter dan meminum obat-obatan yang diberikan untuk mempercepat pemulihan.

  1. Mengatasi secara tuntas

Setelah menjalani operasi katarak, penglihatan pasien bisa kembali normal sehingga dapat melakukan aktivitas sehari-hari tanpa mengalami kesulitan.

Itu sebab, operasi katarak dianggap sebagai solusi tuntas bagi masalah ini.

Kekurangan

  1. Kemungkinan risiko

Meskipun kecil, operasi katarak tetap mungkin memicu berbagai komplikasi dan risiko lain.Namun, angka risiko ini relatif rendah dengan hanya 1 kasus tiap 10 orang pasien.

Kemungkinan komplikasi operasi katarak diantaranya adalah mata lengket atau gatal, reaksi berlebihan tubuh akibat anestesi, lensa rusak selama operasi, atau terdapat fragmen katarak yang masih tertinggal sehingga membutuhkan operasi kedua.

  1. Sedikit ketidaknyamanan

Setelah operasi, pasien umumnya tidak bisa melakukan aktivitas secara normal beserta berbagai ketidaknyamanan yang mungkin menyertai.

Misal, mata terasa silau dan sakit saat terpapar cahaya terang sehingga pasien perlu memakai kacamata gelap untuk sementara waktu.

Namun, ketidaknyamanan ini relatif kecil dibandingkan dengan manfaat yang bisa didapatkan setelah operasi.

  1. Terjadi koreksi penglihatan

– Koreksi penglihatan mungkin terjadi setelah dilakukan operasi katarak.

– Kemampuan penglihatan pasien mungkin kembali jernih, tetapi tidak jelas.

– Kondisi ini bisa dikoreksi dengan menggunakan kacamata resep yang sesuai agar penglihatan kembali jelas.

Lensa Mata untuk Katarak

  1. Lensa Monofokal

Lenda intraokular monofokal (IOLs) menjadi lensa pengganti yang paling sering digunakan dalam operasi katarak. Menurut Emory Eye Center, lensa ini selain membantu meningkatkan kualitas penglihatan, juga memuaskan para pasien yang sebelumnya tidak memakai kacamata atau kontak lensa sehari-hari.

  1. Lensa Multifokal

Penemuan lensa ini merupakan salah satu perubahan terbesar dalam operasi katarak. Lensa ini dapat meningkatkan penglihatan dalam jarak dekat, sedang dan jauh, layaknya kacamata. Kebanyakan penderita katarak yang juga mengalami presbiopia cenderung memilih menggunakan lensa multifokal.

Penjabaran tentang Lensa Mata

Lensa mata buatan biasa dengan kualitas sedang disebut dengan intra ocular lens (IOL). Saat ini telah banyak terdapat berbagai macam IOL dengan kualitas yang bervariasi. Misalnya IOL yang digunakan pada operasi katarak massal di mana IOL yang biasanya digunakan adalah IOL dengan kualitas standar atau biasa.

Meskipun IOL sering digunakan untuk mengganti lensa mata pada operasi katarak misal, namun lensa mata buatan satu ini memiliki beberapa kelemahan. Kelemahan IOL yang pertama yaitu tidak tahan terhadap sinar laser. Oleh sebab itu, pasien yang menggunakan IOL harus hati-hati jika suatu saat mendapatkan masalah kesehatan diabetes mellitus atau retinopati di mana cara menanganinya menggunakan teknik laser.

Di sisi lain, hasil pemasangan IOL juga terkadang tidak mengembalikan penglihatan pasien dengan optimal. Pasalnya, sering muncul kekeruhan kapsul posterior atau katarak sekunder. Akibat adanya katarak sekunder tersebut, beberapa saat setelah operasi katarak, penglihatan kembali akan menurun.

“Namun dengan berkembangnya teknologi operasi katarak, maka tercipta lensa mata buatan dengan kualitas baik yaitu lensa tanam. Dan hasil penglihatan setelah operasi dapat dibandingkan dengan IOL dan yang menggunakan lensa tanam,” papar dr Halida.

Dengan kebesaran Sang Pencipta, lensa mata manusia memiliki kelebihan lain di samping memfokuskan obyek yang masuk ke dalam mata.

Lensa mata juga berfungsi sebagai penyerap sinar ultraviolet yang notabene merupakan sinar jahat yang mampu merusak mata dengan paparan langsung dan terus menerus. Namun dengan adanya lensa mata, sinar vultraviolet atau UV menjadi berkurang efeknya karena diserap sehingga dapat melindungi retina.

Fungsi penyerapan sinar UV pada lensa mata ini juga telah terdapat pada teknologi lensa tanam. Lensa tanam yang ada sekarang telah dilengkapi dengan anti-UV sehingga penderita yang telah menjalankan operasi katarak akan terhindar dari kerusakan retina akibat paparan sinar UV. Sehingga penglihatan akan terus baik sampai jangka panjang.