skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Katarak Lensa

Katarak Lensa

Katarak merupakan penyakit yang banyak terjadi pada orang lanjut usia. Laki-laki dan perempuan bisa terkena katarak. Katarak adalah penyakit yang menyerang organ mata dan bisa terjadi pada salah satu mata atau dua mata sekaligus.

Pada umumnya mata yang sehat memiliki bagian lensa normal yang bisa menjadi jalan masuknya cahaya hingga ke bagian belakang mata. Tapi kondisi ini tidak bisa terjadi untuk penderita katarak.

Penderita katarak akan memiliki bagian lensa yang lebih buram, sehingga tidak semua cahaya luar bisa masuk ke bagian belakang mata. Hal inilah yang menyebabkan pandangan mata menjadi kabur dan akan semakin parah bila tidak diobati.

Katarak pada Usia Lanjut

Katarak ini akan menyebabkan orang yang lebih tua tidak bisa melihat dengan jelas. Pada awalnya penderita katarak masih bisa melihat dengan bantuan kacamata dan cahaya yang lebih terang. Namun pada tahap yang lebih lanjut maka katarak bisa berkembang lebih cepat dan menyebabkan gangguan penglihatan parah.

Operasi Katarak

Operasi katarak relatif dilakukan dalam waktu singkat dan rawat jalan. Pasien awalnya akan diberikan obat tetes mata atau suntikan di area mata untuk mengurangi rasa kurang nyaman selama proses operasi. Ketika lensa alami mata yang berkeruh diangkat, maka akan ditanamkan lensa buatan yang memiliki fungsi sama seperti lensa alami mata.

Di bawah ini merupakan beberapa risiko potensial operasi katarak dan komplikasinya:

  1. Pembengkakkan Kornea, Disebabkan oleh respon dari mata ketika alat operasi dimasukkan kedalamnya. Biasanya tidak diketahui hingga beberapa jam setelah operasi dan dapat menyebabkan pengelihatan kabur.
  2. Infeksi, Walaupun jenis risiko operasi katarak ini tidak umum, tetapi masih dapat terjadi karena kelalaian dalam teknik sterilisasi.
  3. Pendarahan, Tidak umum namun dapat terjadi dan kadangkala ini disebabkan karena penempatan pengirisan pada area kornea mata.
  4. Astigmatisme, Astigmatisme dapat terjadi setelah operasi katarak, tetapi ini dapat diobati dengan lensa koreksi dan tidak mempengaruhi pengelihatan.
  5. Glaukoma, Pertumbuhan glaukoma merupakan satu dari risiko potensial operasi katarak. Ini disebabkan karena sebagian dari cairan yang digunakan selama operasi tidak melewati sistem pengeringan alami mata sehingga menyebabkan tekanan di dalam mata yang ditandai dengan sakit kepala atau rasa sakit tajam di area mata. Tekanan ini dapat diredakan melalui pengobatan.
  6. Ablasio Retina (Retinal Detachment), Seseorang yang melakukan operasi katarak meningkatkan risikonya untuk menderita Ablasio Retina dan orang yang melakukan prosedur operasi laser setelah operasi katarak untuk mengobati jarak penglihatan lensanya akan mempunyai risiko yang lebih besar untuk menderita detasemen retina

Selain beberapa bahaya di atas, Anda juga mungkin akan mengalami beberapa hal seperti berikut ini :

– Nyeri yang tidak teratasi oleh obat-obatan

– Cairan mata berlebih dari mata yang di operasi

– Timbulnya bayangan atau kilatan secara tiba-tiba.

– Penglihatan memburuk seketika

Berikut Lensa yang biasa diguanakan untuk operasi katarak:

  1. Lensa Monofokal

Lenda intraokular monofokal (IOLs) menjadi lensa pengganti yang paling sering digunakan dalam operasi katarak. Menurut Emory Eye Center, lensa ini selain membantu meningkatkan kualitas penglihatan, juga memuaskan para pasien yang sebelumnya tidak memakai kacamata atau kontak lensa sehari-hari.

  1. Lensa Multifokal

Penemuan lensa ini merupakan salah satu perubahan terbesar dalam operasi katarak. Lensa ini dapat meningkatkan penglihatan dalam jarak dekat, sedang dan jauh, layaknya kacamata. Kebanyakan penderita katarak yang juga mengalami presbiopia cenderung memilih menggunakan lensa multifokal.