skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Katarak Lamelar

Katarak Lamelar

Katarak adalah kondisi dimana terdapat penumpukan protein pada lensa yang membuatnya berawan. Hal ini dapat membiaskan cahaya yang melalui lensa sehingga tidak fokus ke retina, penglihatan yang akan terlihat berkabut seperti melihat asap, dan kehilangan pengelihatan kabur perlahan.

Fungsi mata seperti kamera. Sinar cahaya masuk ke mata, melewati kornea, aqueous humor (cairan transparan di bagian rongga mata depan), kemudian melewati pupil dan ke lensa. Lensa membelokkan sinar cahaya untuk memfokuskan obyek retina (lapisan bagian belakang mata). Dari sana, gambar melewati sel retina, ke saraf optik, dan akhirnya ke otak bagian occipital untuk memproses gambar.

Jenis katarak meliputi:

  1. Katarak terkait usia disebut katarak senilis. Seperti namanya, jenis ini katarak berkembang sebagai akibat dari penuaan.
  2. Katarak Kongenital. Bayi kadang-kadang lahir dengan katarak akibat infeksi toxoplasmosis, rubella, cytomegalovirus, herpes (TORCH), cedera, atau perkembangan yang buruk sebelum lahir.
  3. Katarak Sekunder. Ini berkembang sebagai akibat dari kondisi medis lain, seperti diabetes (kencing manis), darah tinggi, atau paparan zat beracun, obat-obatan tertentu (seperti kortikosteroid atau diuretik), sinar ultraviolet, atau radiasi.
  4. Katarak Traumatik. Katarak yang terjadi setelah mata cedera.

Bentuk katarak kongenital dapat memberikan kesan tentang perkembangan embriologik lensa disertai saat terjadinya gaugguan perkembangan lensa.

Katarak kongenital bilateral

Katarak bilateral biasanya ditunmkan secara autosomal dominan, dapat juga karena penyakit sistemik dan metabolik seperti diabetes, gataktosemia atau Lowe’s syndrome.s Katarak kongenital bilateral ham diterapi pada usia 3 bulan atau akan terjadi nistagmus ireversibel dengan ketajaman penglihatan yang jelek. Kekeruhan lebih dari 3 mm dapat menyebabkan gangguan penglihatan yang signifikan.

Katarak kongenital unilateral

Katarak unilateral biasanya terjadi secara sporadic atau idiopatik. Dapat akibat abnormalitas ocular lain (seperti persistent fetal vasculature (PFV), disgenesis segmen anterior dan tumor pada segmen posterior), trauma atau juga karena infeksi intrauterine. 5.6 Gejala yang ditunjukkan adalah leukokoria dan strabismus. Pengabatan dapat dilakukan pada usia 6-8 mnggu kehidupan.

Klasifikasi katarak congenital berdasarkan lokasi:

  1. Katarak lamellar atau zonular

Di dalam perkembangan embriologik dimana pada permulaan terdapat perkembangan serat lensa maka akan terlihat bagian sentral lensa yang jernih. Kemudian terdapat serat lensa keruh dalam kapsul lensa. Kekeruhan berbatas tegas dengan bagian perifer tetap bening. Katarak lamellar ini mempunyai sifat herediter dan ditransmisi secara autosomal dominan, katarak biasanya bilateral dan simetrik.

Katarak zanular terlihal segera setelah bayi lahir. Kekeruhan dapat menutupi seluruh celah pupil, bila tidak dilakukan dilates pupil sering dapat mengganggu penglihatan.

Gangguan Penglihatan Pada katarak zonular tergantung Pada derajat kekenuhan lensa. Bila kekeruhan sangat tebal sehingga fimdus tidak dapat terlihat pada pemeriksaan oftalmoskop maka perlu dilakukan sapirasi dan irigasi lensa.

  1. Katarak polaris posterior

Katarak polaris posterior disebabkan menetapnya selubung vaskular lensa. Kadang-kadang terdapat arteri hialoid yang menetap sehingga mengakibatkan kekeruhan pada lensa bagian belakang. Biasanya bentuknya besar, stabil tapi berjalan progresif. Bilateral jika diturunkan secara autosomal dominan dan unilateral jika secara sporadik.

Prognosis katarak kongenital bergantung pada banyak faktor, termasuk sifat katarak, umur mulainya, umur intervensi, lama dan beratnya ambliopia yang menyertai dan adanya kelianan ocular terkait seperti nistagmus dan strabismus. Prognosis umumnya baik pada katarak tipe lamellar atau nuclear.