skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Katarak Komplikata Uveitis

Katarak Komplikata Uveitis

Uveitis merupakan masalah yang sering ditemukan dalam bentuk yang berbeda-beda. Ini merupakan suatu keadaan kronik. Uveitis merupakan inflamasi yang terjadi pada bagian koroid(koroiditis), badan siliar(uveitis intermediate, cyclitis,uveitis perifer, atau pars planitis) atau iris(iritis). Anterior uveitis merupakan yang paling sering terjadi dan biasanya sifatnya unilateral dan akut.

Gejala yang timbul ada nyeri, fotofobia, dan penglihatan kabur. Dari pemeriksaan bisa didapatkan kemerahan disekeliling kornea dengan injeksi konjungtiva ataupun kotoran. Keadaan ini biasanya memerlukan pengobatan kortikosteroid jangka panjang atau obat-obatan imunosupresif. Pembentukan katarak sangat sering terjadi pada kasus – kasus ini.

Penanganan katarak pada uveitis membutuhkan perhatian lebih . Tantangan dalam pengobatan ini tidak hanya tingkat kesulitan operasi yang tinggi tetapi juga bagaimana mengontrol inflamasi yang terjadi dalam periode perioperatif. Katarak pada uveitis sendiri merupakan hasil dari kronik inflamasi dan merupakan konsekuensi dari penggunaan kortikosteroid jangka panjang.

Dari sebuah studi didapatkan katarak terjadi sebanyak 317(21%) dari 1506 pasien dewasa uveitis dan 128(37%) pasien menjadi katarak dari 446 pasien anak dengan uveitis. Pembentukan katarak ini jarang terjadi pada kasus uveitis posterior, lebih sering terjadi pada uveitis anterior ( 50%) dan intermediate uveitis.

Faktor resiko dapat berupa uveitis kronik, pembentukan fibrin, pengobatan dosis tinggi dari kortikosteroid, dan riwayat dari pars plana vitrektomi(PPV).

Penyebab spesifik dari uveitis seringkali sulit ditemukan, tetapi pada beberapa kasus uvetis berhubungan dengan:

– Gangguan autoimun: Rheumatoid arthritis atau ankilosing spondilitis

– Infeksi

– Trauma mata

– Keganasan tertentu: limfoma yang memiliki efek tidak langsung terhadap mata

– Gangguan Inflamasi: Penyakit Chron’s atau colitis ulseratif

Terdapat tiga tipe uveitis berdasarkan area mata yang terkena:

  1. Anterior uveitis

Inflamasi ini mengenai bagian iris(iritis) atau inflamasi dari iris dan badan silar(iridosiklitis). Sifatnya adalah unilateral dan bersifat akut. Pupil dapat terjadi miosis atau irregular akibat dari sinekia posterior.

Gejala biasanya berupa nyeri, fotofobia, dan penglihatan buram.Inflamasi yang terjadi pada bilik anterior harus dicek tekanan intraokularnya. Sel-sel inflamasi serta debris dari peradangan ini membentuk suatu keratik presipitat pada bagian endothelium corneal.

  1. Intermediate uveitis

Mengenai area dibelakang badan siliar dan retina. Biasanya terjadi pada anak-anak , remaja dan dewasa muda. Yang terjadi pada perdangan ini ditandai dengan inflamasi vitreous. Sifatnya biasanya bilateral, gejala yang khas bisanya disertai dengan floater dan penglihatan yang buram. Nyeri, fotofobia dan kemerahan minimal bahkan tidak ada.

  1. Posterior uveitis

Inflamasi terjadi pada bagian segmen posterior mata, yaitu koroid dan retina. Biasanya berhubungan dengan penyakit-penyakit autoimun seperti rheumatoid arthritis.

Gejala yang muncul biasanya adanya floaters, hilangnya lapang pandang penglihatan atau skotoma atau menurun visus penglihatan yang dapat sangat berat. Terkadang dapat ditemukan adanya ablasi retina yang sifatnya trsksi, regmatogen atau dengan eksudat.

Patofisiologi

Katarak yang terjadi pada anak-anak dengan uveitis ini biasanya tipe subkapsular katarak . Sinekia posterior terkadang terjadi pada kasus ini, yang disertai dengan daerah kapsul anterior nekrosis serta terjadi kekeruhan pada lensa. Jaringan fibrin yang terdapat pada membran dari lensa biasanya ditemukan berserta dengan kekeruhan pada daerah dibawah kapsul anterior.

Pembentukan katarak yang terjadi pada bagian polus posterior dari lensa dapat dijelaskan dari hilangnya dinding pertahanan dari membran epitelial dan disertai bagian posterior merupakan bagian yang paling tipis dari kapsul lensa.

Dimana terjadi inflamasi maka sel radang akan terakumulasi pada bagian bilik anterior maupun posterior sehingga menyebabkan penebalan lensa akibat dari sistem osmotik yang tidak seimbang. Kandungan protein yang disertai sel-sel radang akan menyebabkan air masuk kedalam lensa sehingga lensa menjadi lebih tebal dan keruh.

Disamping itu juga terjadi proses proliferatif dari sel epitel lensa abnormal(LEC/Lens Epithelial Cell). Sel abnormal ini menghasilkan ekstraselular basal membran dan ekstraseluler maktriks sebelum berdegenerasi bersama dengan serat-serat lensa sekelilingnya.